Tamu Istimewa itu bernama Banjir

Tamu Istimewa itu bernama Banjir

 


                                                            Aslin Nuraini, Pasuruan

 

Alhamdulillah, saya awali tulisan ini dengan hamdalah. Segala puji hanya milik Allah, sang pencipta alam yang hanya milikNya segala kesempurnaan.

 


Pagi ini, 4 Februari 2021, Allah ijinkan rombongan air bertamu ke kampung kami, tepatnya desa Kalianyar kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Ada iar  yang jatuh dari langit begitu saja, ada yang melewati saluran air dan sungai dari pegunungan sana. Pokoknya penuh, semua tempat sudah diduduki tamu kami yang bernama air.

 Tentu tidak semua warga yang mendapat tamu istimewa ini merasa senang. Ada yang sedih karena kasurnya tenggelam, ada yang marah karena kulkasnya berenang. Ada juga yang terkaget kaget karena bangun tidur sudah terkepung air, padahal tadi dia merasa baru mimpi berenang, ternyata sudah basah beneran. Tidak sedikit yang mengeluh rumah menjadi kotor akibat kehadiran sang tamu.Tetapi di balik itu, banyak  anak yang bahagia karena bisa bermain air sepuasnya, gratis, sampai malam, bila perlu sampai pagi.

 Mari sejenak kita berfikir. Jika kita membandingkan suasana antara banyak air dan kekurangan air, manakah yang lebih anda suka? Bayangkan saat kekurangan air atau kekeringan, warga harus menempuh berkilometer jarak demi seember air, itu pun harus diselingi acara antrian panjang berderet bak kereta uap. Belum lagi panas yang terik, rasa haus yang menyiksa, diiringi bau badan dari kanan kiri sesama pengantri yang tentu saja jarang mandi. Alangkah  menyedihkan.

 Namun keadaan itu akan berbalik seratus delapan puluh derajat ketika banyak air ingin bertamu memenuhi kampung. Semua warga berlomba menghalau air yang masuk rumah sekuat tenaga. ada yang menggunakan ember, gayung sapu, dan kain pel, semua air harus "diusir" dari rumah hingga tetes terakhir. Mungkin air akan berfikir "Apa sebenarnya keinginan manusia? saat jumlahku banyak aku diusir, ketika sedikit mereka memelas memohon agar aku dihadirkan, benar benar membingungkan."

 Entahlah, yang jelas ada hikmah di balik apapun ketentuan Allah baik yang berupa anugerah maupun musibah. Tugas kita mentafakkuri dan mentadabburi pesan pesan tersirat di balik semua kejadian yang kita alami. semoga menjadikan hikmah dan pelajaran agar kita semakin taqwa.

Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya