Perjuangan Guru Honorer dari Pedalaman Kalimantan Barat

Perjuangan Guru Honorer dari Pedalaman Kalimantan Barat


 “Kami Sangat berharap adanya perhatian serius dari Bapak Presiden Ir. Joko Widodo di Jakarta agar segera menerbitkan Keppres PNS Bagi Kaum Honorer Seperti kami ini yang sudah mengabdi lama yakni 11 tahun usia 35 tahun ke atas, karena kami mengabdi atas panggilan jiwa demi keberlangsungan Pendidikan anak negeri yang berada di daerah pedalaman Melawi Kalimantan Barat.”

“Jarak tempat tinggal kami dengan Sekolah tempat Tugas 110 Km jauhnya, melewati jalanan lumpur kuning apalagi pada saat musim hujan seperti saat ini jalan hancur seperti bubur, perlu waktu 3-4 jam untuk sampai ke sekolah tempat ngajar, dan karena kecilnya gaji hanya Dari awal ngajar hanya dibayar ratusan ribu rupiah terpaksa kami harus meningalkan anak dan istri demi mengabdi, 1/2 kali/sebulan”

“Kami pulang menengok anak istri keluarga di kampung, gaji diterima 4 bulan/sekali, terlepas dari itu semua kami menaruh harapan pada Presiden agar jangan ada lagi tangis dan derita orang2 seperti kami ini kedepan di negeri ini, kami mengharapkan adanya Perhatian Serius, adanya keadailan dan keberpihakan Pemerintah Pusat bagi Kaum Honorer seperti kami – kami ini yang telah lama menangis dalam derita berada dalam ketidak pastian hidup selama mengabdi hingga saat ini.”

“Kehadiran Negara terkait nasib kami ini belum ada dan belum jelas arahnya akan kemana dan seperti apa kedepan, rasanya Para pejabat Kita baik di Pusat maupun Daerah menutup mata selama ini, setiap ada penerimaan CPNS baru itulah adalah momok yang sangat menakutkan bagi kami, pasti cepat atau lambat kami tersingkir dari sekolah tempat kami mengabdi selama belasan tahun silam tanpa ada pesangon/uang apapun serupiah pun dari negara.”

“Kami mengajar di Dua sekolah Sekaligus Di SDN 21 Nanga Nuak di SD ini sebagai Wali Kelas 1 dan di SMP 3 Ella Hilir sebagai Guru Agama Islam 6 rombel kelas 7A/B, 8 A/B dan 9 A/B. Setiap hari ketika mengajar ke SMP 3 Ella Hilir harus menyebrangi luas dan Derasnya Arus sungai Melawi bersama para siswa kami karena tidak adanya jembatan penghubung sama sekali, kami Berharap Semoga ada Perhatian Yang Benar2 Serius dari Presiden Ir. Joko Widodo di Jakarta dalam hal ini, agar dapat segera menerbitkan Keppres PNS tanpa Tes bagi Kami Kaum Honorer yang tergaung dalam GTKHNK35+ SE INDONESIA, Sebagai Wujud penghargaan atas pengabdian kami selama ini, sebagai penghapus air mata derita kami kedepan…..”

“Ketika hari kemarau kami bermandikan Debu, ketika hari penghujan kami bebalut lumpur kuning, tak jarang motor mogok diengah jalan, yang paling meilukan ketika musim hujan jalan parah tak dapat dilalui motor, lalu ada kabar anak istri sedang sakit dikampung sedangkan waktu gajian masih lama, kami seakan membisu tak berdaya harus lakukan apa dalam situasi yang demikian itu”

“Kendati tak terhitung sudah keadaan itu kami alami, namun tak menyurutkan kami utk tetap mengabdi, setiap datang ke sekolah melihat wajah – wajah siswa yang polos dan lugu, seakan menjadi semangat dan energi baru bagi kami, semua derita dan cerita pahit yang kami alami seakan lenyap utk sesaat, kendati kami kembali kerumah bersama keluarga melihat kenyataan yang ada sungguh terasa sakit dan tergores hati ini melihat para Rekan kami yang PNS bersuka ria dengan hati yang gembira menerima gaji dan beragai aneka macam tunjangan dari pemerintah, sedangkan kami hanya menjadi penonton belaka, seakan luka didalam hati semakin menjadi-jadi takala kami melihat keadaan kami kaum honorer yang justru berada pada posisi yang sebaliknya”

“Belum lagi terfikir bagaimana nasib pendidikan anak-anak kami selanjutnya apakah bisa kah mereka melanjutkan pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi akan seperti apa…??? Padahal beban tugas kami mengajar dengan para guru PNS adalah sama tak ada beda sama, namun keadaan nasib kesejahteraan kami yang jauh timpang kemana-mana, terpaut jauh antara langit dan bumi, sedangkan menjalani hidup saja saat ini rasanya sudah terseog tak tahu lagi harus berbuat apa, dan akan mengadu kepada siapa, hanya kepada Tuhan yang Kuasa kami panjatkan doa, kiranya Pak Presiden Ir. Joko Widodo terbuka hati nuraninya”


Nama : Andi Abdul Azis

Guru Honor BOS Sejak : 2010 sampai saat ini…

Tempat Tugas : SDN 21 Nanga Nuak dan SMP 3 Ella Hiir Kab. Melawi Kalbar.

Jabatan : Ketua GTKHNK35+ Kabupaten Melawi Kalbar.

Kirim Komentar

Info Sebelumnya Info Berikutnya